Waktu Indonesia Barat


Percikan Iman

Hakikat Sifat Malu

Dari Abi Mas'ud Al-Badri RA, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : ' Sesungguhnya diantara ucapan kenabian pertama ( Adam ) yang didapat oleh manusia ( dari generasi ke generasi - red ) adalah : ' jika engkau tidak merasa malu maka perbuatlah apa yang engkau inginkan ' ( HR. Bukhari )

10 Agustus 2007

Gempa Lagi

Foto : Rumah penduduk yang hancur akibat gempa yang melanda Pelabuhanratu, Sukabumi ( 9/8 ) - dok. pikiran rakyat

Indonesia kembali diguncang gempa yang berkekuatan 7,4 Skala Richter menurut Survey Geologi AS, sementara menurut BMG, kekuatan gempa yang terpusat di Barat Laut Indramayu itu adalah 7,4 Skala Richter.

Gempa yang terjadi pada Kamis ( 9/8 ) dinihari kemarin merupakan gempa tektonik terbesar di kawasan Jawa Barat sejak 100 tahun terakhir dengan lama sekitar 2 menitan. namun dahsyatnya gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami karena pusat gempa terletak jauh didasar laut dikedalaman 286 km, tapi menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Kelas I Bandung, Hendri Surbakti pada Pikiran Rakyat karena episentrumnya ada dikedalaman 286 km maka getaran gempa terasa sampai radius yang sangat jauh. Menurut Hendri, jika episentrumnya dangkal, maka akan menimbulkan tsunami.

Sementara itu Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Ir. Surono mengungkapkan gempa tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas sejumlah gunung api di Pulau Jawa, seperti Papandayan, Ciremai, Gede, Salak, Guntur, Galunggung, Patuha dan Tangkuban Perahu ( Jawa Barat ); Slamet, Dieng dan Merapi ( Jawa Tengah ) ; serta Semeru dan Bromo ( Jawa Timur ).

06 Agustus 2007

Jurnal Indonesia: Kontroversi Indonesia Raya

Jurnal Indonesia: Kontroversi Indonesia Raya

Kontroversi Indonesia Raya

Kontroversi mengenai keberadaan Lagu Nasional kita, Indonesia Raya terus bergulir dan mengundang beberapa pakar tentang sejarah untuk ikut andil ngomong. Lagu Indonesia Raya yang ditemukan Roy Suryo memang terdiri dari 3 Stanza ( Bagian ), namun menurut Sejarawan Universitas Gajah Mada, Ahmad Adaby Darban seperti ditulis di Media Indonesia, mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya yang asli memang hanya satu stanza seperti yang kita kenal sekarang, sedang dua stanza lainnya muncul belakangan. Menurut Adaby, dua stanza yang lainnya muncul pada saat jaman penjajahan Jepang, yang saat itu dimuat di surat kabar Sinar Asia.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh menilai lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli yang ditemukan di perpustakaan Leiden Belanda akan menunggu keputusan pemerintah.

Nah ingin tahu teks lagu Indonesia Raya yang ditemukan Roy Suryo ?
Stanza 1:
Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita berseroe
Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negerikoe
Bangsakoe Ra'jatkoe Sem'wanja
Bangoenlah Djiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff :
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
( diulang dua kali )

Stanza 2 :
Indonesia Tanah Jang Moelia
Tanah Kita Jang Kaja
Disanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
P'saka Kita Semoeanja
Marilah kita Mendoa
Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Reff :
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
( diulang dua kali )

Stanza 3 :
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Disanalah Akoe Berdiri
'Ndjaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjanji
Indonesia Abadi
S'lamatlah Ra'jatnya
S'lamatlah Poetranja
Poeloenja Laoetnja Sem'wanja
Majoelah Negerinja
Majoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Reff :
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
( diulang dua kali )

Bagaimana menurut anda ? ah, sebaiknya kita tunggu apa langkah yang akan diambil pemerintah.

04 Agustus 2007

SBY vs Zaenal Ma'arif

Perseteruan antara Presiden SBY dengan Zaenal Ma’arif akhir-akhir semakin seru, malah sudah sampai ke jalur hukum, ketika SBY melaporkan Zaenal Ma’arif ke Polda Metro Jaya Ahad, 29 Juli 2007 lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Apa yang dapat kita ambil dari peristiwa semacam ini ? dapat disimpulkan bahwa dengan cara seperti ini, SBY sebagai Presiden ingin memberikan kesadaran pada kita tentang taat hukum, bahwa siapapun sebagai warga negara mempunyai hak untuk dilindungi oleh hukum, dan tidak bisa semena-mena melanggar hukum. Menurut pakar politik Universitas Indonesia, Andrianof Chaniago dan Cecep Effenddi, seperti ditulis di Media Indonesia, langkah SBY untuk melaporkan Zaenal Ma’arif atas pencemaran nama baiknya sangatlah tepat, pasalnya pernyataan Zaenal adalah serangan bersifat pribadi bukan terhadap institusi kepresidenan.

Tapi tindakan SBY yang melaporkan Zaenal ke polisi dibalas Mantan Wakil Ketua MPR tersebut dengan melaporkan balik SBY ke polisi.

Dan selama perseteruannya dengan SBY, Zaenal mengaku sering diancam atau diteror, namun hal itu perlu dibuktikan lebih lanjut, atau malah itu adalah akal-akalan Zaenal agar masyarakat Indonesia bisa berbalik memihak padanya setelah ternyata apa yang diungkapkan oleh Zaenal tentang isu pernikahan SBY sebelum masuk Akabri malah banyak dikecam sebagai tindakan yang kekanak-kanakan, tindakan kerdil, tindakan orang yang berhati culas. Nah, akibat dari itu Zaenal berada di posisi yang merugi, jadi untuk memulihkan namanya Zaenal mengumbar berita bahwa dirinya sering diancam dan diteror sampai membuat surat wasiat segala kalau-kalau jiwanya melayang akibat teror tersebut, tentu dengan tujuan agar dirinya bisa kembali didukung oleh masyarakat Indonesia sebagai orang yang teraniaya ?.

Akal yang sangat bodoh kalau memang itu tujuannya, karena masyarakat Indonesia bisa menilai mana yang benar atau mana yang salah. Yang pasti, itulah mental salah satu poli-tikus kita, poli-tikus bermental ampas tahu yang morang-maring menimpakan kesalahan pada setiap orang akibat kehilangan jabatan.

11 Juli 2007

Indonesia - Bahrain, 10 Juli 2007

Photo : Striker timnas Indonesia, Budi Sudarsono berusaha melepaskan diri dari ganjalan pemain Bahrain, pada pertandingan di Grup D Piala Asia, di Gelora Bung Karno, Selasa 10 Juli 2007 ( dok : galamedia ).

Dengan disaksikan sekitar 65.000 pendukung merah putih, timnas Indonesia berhasil melibas Bahrain 2-1 dalam pertandingan pertama Grup D Piala Asia 2007, kedua gol timnas Indonesia dicetak Budi Sudarsono pada menit 13 dan Bambang Pamungkas di menit 64, sedangkan gol balasan Bahrain dicetak Sayed Mahmood Alwadei menit ke 27.

Diawal pertandingan, Indonesia tampil kurang greget karena demam panggung namun ketika sebuah sontekan Budi Sudarsono hasil umpan matang Firman Utina berhasil mengecoh penjaga gawang Bahrain, Abdulrahman Ahmed menjadi gol pembuka pada menit 13, pasukan Indonesia perlahan tapi pasti mencoba menguasai lapangan tengah dan berhasil, terbukti dengan berbagai peluang yang dihasilkan Bambang Pamungkas dkk yang harus membuat barisan pertahanan Bahrain kocar kacir. Namun akibat terlalu asyik menyerang, Indonesia kecolongan gol melalui sontekan Sayed Mahmood Alwadei yang berhasil memanfaatkan peluang dari kemelut di depan gawang Yandri Pitoy, dan kedudukan imbang 1-1 bertahan sampai babak pertama berakhir.

Photo : Bambang Pamungkas mencoba berkelit melepaskan diri dari kawalan pemain belakang Bahrain Hussain Mohamed, pada pertandingan Grup D Piala Asia di Gelora Bung Karno, Selasa 10 Juli 2007.

Memasuki babak dua, Indonesia kembali mencoba untuk langsung menyerang secara cepat melalui umpan - umpan pendek dari kaki ke kaki, penyerang tengah Indonesia Firman Utina yang bermain gemilang di menit 64 melepaskan tembakan dari luar kotak penalti hasil sodoran Budi Sudarsono, namun mermbentur gawang setelah berhasil di tepis penjaga gawang Bahrain, bola yang kembali ketengah diserobot Bambang Pamungkas yang langsung menembakkan bola ke gawang yang gagal diantisipasi penjaga gawang Abdulrahman Ahmed. Kedudukan 2-1 berhasil dipertahankan pasukan Ivan Venkov Kolev sampai peluit wasit asal Jepang yang memimpin pertandingan membunyikan peluit panjang, dengan demikian Indonesia berhasil revans atas kekalahan di Piala Asia 2004 China lalu.